GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Rafdinal Salurkan Pokok Pikiran untuk Pelatihan Menjahit, Dorong Ketahanan Ekonomi Perempuan di Bukittinggi


Anggota DPRD provinsi Sumatera Barat, Rafdinal,  Salurkan dana Pokir, untuk Perempuan Belajar Menjahit di Kecamatan ABTB Bukittinggi.

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Ketahanan ekonomi perempuan berawal dari kemauan untuk belajar, diperkuat dengan kerja keras, dan disempurnakan dengan kejujuran. Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Komisi III, Rafdinal, saat membuka pelatihan menjahit yang merupakan realisasi pokok-pokok pikirannya melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kelurahan Aur Kuning, Kota Bukittinggi, pada Sabtu (11/7/2026). Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Kota Bukittinggi Syaiful Efendi, Kepala BLK Payakumbuh Satri Edi, serta 16 peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Rafdinal mengatakan bahwa pelatihan menjahit ini merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi dan mampu membuka peluang usaha.

"Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta dan akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Rafdinal.

Selama pelatihan peserta akan mendapatkan pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari dasar-dasar menjahit, teknik mengukur, membuat pola, memotong kain, hingga proses menjahit pakaian. Seluruh materi akan diberikan secara bertahap dengan pendampingan dari instruktur berpengalaman.

"Setiap peserta akan mengikuti pelatihan selama delapan jam setiap hari. Dengan waktu belajar yang cukup, diharapkan mereka benar-benar menguasai keterampilan menjahit dan dapat mengembangkannya menjadi usaha yang produktif," tambahnya.

Rafdinal juga menekankan bahwa keterampilan yang dimiliki harus diiringi dengan sikap disiplin, kerja keras, dan kejujuran agar mampu bersaing dan bertahan dalam dunia usaha. Menurutnya, ketahanan ekonomi keluarga dapat dimulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan yang tepat sasaran.

Melalui program ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh keahlian baru, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Bukittinggi, ucapnya.***

Pewarta : sutan mudo

Komentar0

Type above and press Enter to search.