40 paket perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim di salurkan Ashpen, sebagai bentuk kepedulian menyambut tahun ajaran baru.
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ashpen Bukittinggi menyalurkan 40 paket perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian menyambut tahun ajaran baru. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Rumah Literasi Ashpen, Kantor LAZ Ashpen Bukittinggi, Jumat (10/7).
Direktur Utama LAZ Ashpen sekaligus Pendiri Yayasan Ansharullah Peduli Negeri Bukittinggi, Zulfamiadi, mengatakan paket bantuan yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan sekolah, seperti tas, sepatu, buku tulis, kaus kaki, dan perlengkapan belajar lainnya.
"Paket perlengkapan sekolah ini kami bagikan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk dukungan agar mereka lebih siap memasuki tahun ajaran baru. Bantuan ini dihimpun dari donasi para donatur ritel yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui LAZ Ashpen," ujar Zulfamiadi didampingi Sri Wahyuni dan Annisa dari Tim Ashpen.
Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari pengamalan ajaran Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam untuk mencintai, menyayangi, dan memuliakan anak-anak yatim. Nilai tersebut juga menjadi landasan utama berdirinya LAZ Ashpen.
"Visi Ashpen adalah menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan masyarakat yang membutuhkan. Semangat itu juga dilandasi kepedulian terhadap anak yatim. Bahkan, hari lahir Ashpen kami sesuaikan dengan peringatan Hari Yatim Sedunia setiap 6 Januari," ungkapnya.
Lebih lanjut, Zulfamiadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan dalam menyambut bulan Muharram. Momentum Tahun Baru Islam dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap anak-anak yatim.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program literasi yang terus dikembangkan LAZ Ashpen melalui Rumah Literasi Ashpen. Selain memperkenalkan berbagai fasilitas yang tersedia, pihaknya juga mengampanyekan gerakan anti-perundungan (bullying) kepada anak-anak.
"Rumah Literasi Ashpen telah berjalan sejak pertengahan tahun 2025. Selama ini berbagai kegiatan edukatif telah dilaksanakan, mulai dari lomba-lomba, pelatihan, hingga kegiatan pengembangan karakter. Kami berharap rumah literasi ini menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Rumah Literasi Ashpen, Trisno Edward, S.S., mengajak seluruh anak yatim binaan LAZ Ashpen untuk aktif memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Menurutnya, rumah literasi tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi diri.
"Kami ingin anak-anak dapat mengembangkan bakat, minat, kreativitas, serta kemampuan yang mereka miliki. Nantinya mereka akan mendapatkan pendampingan dari para guru, pelatih, dan instruktur yang berpengalaman melalui berbagai program pengembangan life skill atau kecakapan hidup," ujar Edward.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0