SMA Swasta Pembangunan Bukittinggi, Terapkan Fingerprint untuk Kehadiran Siswa dan siswi, Dimulai pada Senin (13/7/2026).
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Pembangunan Bukittinggi mulai menerapkan sistem absensi menggunakan fingerprint (sidik jari) bagi seluruh siswanya pada tahun ajaran baru 2026/2027. Penerapan sistem ini dimulai pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).
Kepala SMAS Pembangunan Bukittinggi, Lili Nasrita, didampingi Wakil Kepala Sekolah, Ananda Silfia, menyampaikan kepada awak media saat ditemui di lingkungan sekolah pada Selasa (14/7/2026). Turut hadir dalam kesempatan itu sejumlah majelis guru serta dua orang siswa yang mewakili peserta didik.
Lili Nasrita menjelaskan bahwa penerapan absensi fingerprint bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, bukan untuk membatasi ruang gerak mereka.
"Program ini semata-mata untuk mendisiplinkan siswa. Bukan untuk mempersempit gerak mereka, tetapi agar budaya disiplin semakin tertanam di lingkungan sekolah," ujarnya.
Proses absensi dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni sebelum jam pelajaran pertama dimulai, saat jam istirahat, dan ketika jam pulang sekolah. Dengan sistem tersebut, kehadiran siswa dapat dipantau secara lebih akurat dan transparan, katanya.
Menurutnya, SMAS Pembangunan Bukittinggi kemungkinan menjadi salah satu sekolah pertama di Kota Bukittinggi yang menerapkan sistem absensi fingerprint bagi siswa.
"Sejauh yang kami ketahui, kemungkinan kami menjadi sekolah pertama yang menerapkan program absensi fingerprint bagi siswa di Bukittinggi," katanya.
Sementara itu, guru Fisika SMAS Pembangunan, Witri Yuliani, mengatakan dirinya telah mengabdi di sekolah tersebut selama lima tahun dan baru kali ini sistem absensi fingerprint diterapkan.
Menurutnya, sistem tersebut akan memberikan banyak manfaat, terutama bagi orang tua dalam memantau kehadiran anak-anak mereka di sekolah.
"Dengan fingerprint, orang tua dapat mengetahui apakah anaknya benar-benar hadir di sekolah atau tidak. Data kehadiran menjadi lebih jelas dan mudah dipantau," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Witri, pihak sekolah juga lebih mudah melakukan pengawasan terhadap siswa sekaligus menyampaikan laporan kehadiran kepada orang tua secara akurat apabila diperlukan.
Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari para siswa. Salah satunya, M. Ash Siddiq, siswa kelas XII yang bercita-cita menjadi anggota TNI. Ia menilai sistem absensi fingerprint akan melatih siswa untuk lebih disiplin.
"Menurut saya, ini sangat baik karena siswa tidak bisa lagi datang terlambat atau meninggalkan sekolah tanpa izin. Kalau memang tujuannya untuk mendisiplinkan siswa, saya sangat mendukung. Dengan sistem ini, siapa pun tidak bisa lagi berkilah mengenai kehadirannya," ujarnya.
Hal senada disampaikan Hasbi Siddiqi, siswa kelas XII yang bercita-cita menjadi anggota Polri. Ia menilai penerapan sistem fingerprint akan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh siswa tanpa membedakan siapa pun.
"Kalau diterapkan secara merata kepada semua siswa, saya rasa ini sangat bagus. Sistem ini bisa menjadi bukti yang jelas mengenai kehadiran siswa sehingga lebih objektif dan adil," katanya.
Dengan diterapkannya sistem absensi fingerprint ini, SMAS Pembangunan Bukittinggi berharap budaya disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran siswa semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam memantau perkembangan peserta didik, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0