BKMT Kota Bukittinggi Salurkan 1 Buah Gerobak Nasi Goreng kepada Buk Desi, Penerima Mamfaat Pasca Kebakaran di Tarok Dipo pada Rabu (26/8/2026).
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bukittinggi berkolaborasi dengan Ashpen menyalurkan bantuan berupa satu unit gerobak nasi goreng beserta perlengkapan usaha kepada Desi, korban kebakaran di kawasan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, yang terjadi beberapa bulan lalu.
Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membantu korban musibah untuk kembali bangkit dan mandiri secara ekonomi. Penyerahan bantuan dilakukan di depan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Rabu (26/8/2026).
Ketua BKMT Kota Bukittinggi, Syamsul Bahri, mengatakan bantuan tersebut berasal dari donasi jamaah BKMT yang berhasil dihimpun setelah terjadinya musibah kebakaran di Tarok Dipo.
“Beberapa bulan lalu terjadi kebakaran di Tarok Dipo. Setelah itu, kami dari BKMT mengetuk hati para jamaah untuk mengumpulkan donasi. Alhamdulillah, dana yang terkumpul sekitar Rp15 juta,” ujar Syamsul Bahri saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya diperuntukkan bagi Desi. Sebagian dana yang terkumpul juga telah disalurkan kepada korban kebakaran lainnya, yakni Joni, yang sebelumnya menjalankan usaha bengkel.
“Dari dana tersebut kami membantu dua orang. Untuk Buk Desi, kami memberikan gerobak nasi goreng dan perlengkapan usaha. Sementara untuk Da Joni, kami memberikan perlengkapan bengkel agar dapat kembali menjalankan usahanya,” jelas Syamsul Bahri.
Selain itu, kata dia, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil kajian dan survei lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Kami tidak ingin menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, karena dalam musibah tersebut bukan hanya Buk Desi yang terdampak. Namun, penerima bantuan telah melalui kajian dan survei lapangan, sehingga bantuan ini benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Untuk membantu Desi memulai kembali usahanya, terpantau awak media dilapangan BKMT dan Ashpen tidak hanya menyerahkan gerobak nasi goreng, tetapi juga sejumlah kebutuhan bahan baku, seperti telur, minyak goreng dan beras.
Syamsul Bahri menjelaskan, Desi merupakan seorang ibu yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya. Setelah musibah kebakaran, usaha menjadi salah satu harapan utama untuk kembali membangun perekonomian keluarganya.
“Harapan kami, dengan bantuan ini Buk Desi sudah bisa memulai usahanya kembali. Mudah-mudahan mulai besok beliau sudah dapat berjualan dan kembali memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya,” katanya.
Sebelumnya, BKMT juga telah menyerahkan sejumlah peralatan bengkel kepada Joni agar dapat segera kembali menjalankan usaha.
“Bantuan yang kami pilih memang diarahkan kepada masyarakat dengan kondisi ekonomi yang lemah. Mereka mengontrak dan membutuhkan bantuan untuk kembali bangkit. Sebelumnya memang sudah ada bantuan dari pihak lain berupa sembako dan kebutuhan sehari-hari, namun kami berupaya membantu mereka melalui sarana usaha agar bisa kembali mandiri,” tambah Syamsul Bahri.
Kemudian Syamsul katakan, program kepedulian sosial merupakan salah satu program yang terus dijalankan BKMT Kota Bukittinggi. Melalui kegiatan rutin, BKMT mengajak jamaah untuk terus meningkatkan rasa kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap bulan dalam kegiatan perkumpulan BKMT, kami terus menggalang kepedulian dari jamaah. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain menjalankan program dakwah, BKMT Kota Bukittinggi juga memiliki program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berlandaskan prinsip syariah. Salah satunya melalui pengembangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT).
Menurut Syamsul Bahri, di Kota Bukittinggi terdapat sejumlah BMT binaan yang terus berkembang, di antaranya BMT Alhijrah yang saat ini disebut telah mencapai aset sekitar Rp10 miliar.
Selain itu, terdapat pula BMT di sejumlah kecamatan, seperti BMT Araudoh di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), BMT Tijarotan Taburoh di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), serta BMT Khairul Ummah di Kecamatan Guguak Panjang.
Melalui berbagai program tersebut, BKMT berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Ketua Ashpen selaku Lembaga Amil Zakat, Zulfamiadi, mengapresiasi terlaksananya kolaborasi antara Ashpen dan BKMT Kota Bukittinggi.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Ketika ada saudara kita yang terkena musibah dan membutuhkan bantuan, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujar Zulfamiadi.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban korban, tetapi juga diupayakan menjadi sarana agar penerima manfaat dapat kembali bangkit dan mandiri secara ekonomi.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut. Semoga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat kita bantu, terutama melalui program-program pemberdayaan yang dapat membuat mereka kembali mandiri,” kata Zulfamiadi.
Penerima bantuan, Desi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BKMT, Ashpen serta seluruh donatur yang telah memberikan perhatian kepada dirinya setelah mengalami musibah kebakaran.
Ia mengaku tidak menyangka masih banyak pihak yang peduli dan memberikan bantuan untuk membantunya kembali memulai usaha.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BKMT, Ashpen dan seluruh donatur. Saya tidak menyangka di balik musibah yang saya alami masih banyak orang baik yang peduli. Semoga semua kebaikan yang diberikan menjadi amal jariah,” ucap Desi singkat.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0