Bukittinggi, MataJurnalist.com_Kepedulian terhadap lingkungan terus digelorakan SMK Genus Bukittinggi. Sebanyak 650 siswa, guru, staf, dan karyawan mengikuti kegiatan Ekspedisi Hijau SMK Genus Bukittinggi. Menjelajahi Alam, Menjaga Kelestarian dengan berjalan kaki sekaligus memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui, Jumat (14/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dimulai dari lingkungan SMK Genus Bukittinggi di kawasan Belakang Balok - Jalan Tan malaikat (Yarsi) - Bukik Cangang - Panorama - Jenjamg Jalan binuang- menuju hingga menyisir aliran sungai dan berakhir di kawasan Paparangan Ngarai, Kabupaten Agam.
Tidak sekadar jalan sehat dan menikmati keindahan alam, para peserta membawa kantong sampah masing-masing dan memungut sampah yang ditemukan di sepanjang perjalanan. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa untuk ditimbang dan dipilah berdasarkan jenisnya.
Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMK Genus Bukittinggi yang diwakili Ketua Koordinator Yayasan Sense, Meswardi Hendra, Kepala DLH Bukittinggi yang diwakili Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, Marwira Lizarni, Ketua Panitia sekaligus bagian kesiswaan SMK Genus Bukittinggi, Sesri Erliyanti, serta para guru dan siswa.
Ketua Koordinator Yayasan Sense Meswardi Hendra, mewakili Kepala SMK Genus Bukittinggi, mengatakan Ekspedisi Hijau menjadi momentum penting untuk membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.
Penutupan kegiatan oleh Kepala Sekolah yang diwakili oleh Ketua Koordinator Yayasan Meswardi Hendra.
Menurutnya, semangat menjaga alam perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Dengan berinteraksi langsung dengan lingkungan, siswa akan memahami bahwa menjaga kelestarian alam bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap individu.
“Semangat Ekspedisi Hijau ini sangat kita butuhkan. Anak-anak harus bisa berinteraksi dengan alam sekitar dan memahami bagaimana menjaga lingkungan agar tetap hijau dan lestari,” ujarnya.
Kegiatan ini semoga dapat membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kerja sama, kepedulian, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Para siswa diajak untuk saling membantu selama perjalanan sekaligus menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menariknya, pihak sekolah juga memberikan reward bagi siswa yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak. Para siswa yang memperoleh sampah terbanyak akan mendapatkan sertifikat dan tabungan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Wakil Kesiswaan SMK Genus Bukittinggi, Sesri Erliyanti, mengatakan kegiatan Ekspedisi Hijau diikuti sekitar 650 orang yang terdiri dari siswa, guru, staf, dan karyawan sekolah.
Menurut Sesri, konsep kegiatan tersebut adalah mengajak peserta menikmati alam dengan berjalan kaki atau hiking, sembari memungut sampah yang ditemukan di sepanjang rute.
Kenang- kenangan dari SMK Genus Buat Dinas DLH Bukittinggi berupa Bantal Rempah Anti Galau.
“Ekspedisi ini kan membawa barang, jadi kita menikmati alam dengan berjalan, hiking, sambil memungut barang atau sampah yang berada di jalan yang dilewati. Sampah tersebut dimasukkan ke dalam tas yang mereka bawa masing-masing,” jelas Sesri.
Setelah sampai di lokasi tujuan, sampah yang dikumpulkan para peserta ditimbang. Siswa yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak akan memperoleh penghargaan dari pihak sekolah.
“Bagi yang paling banyak membawa sampah, kita berikan sertifikat dan juga tabanas. Ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” katanya.
Sesri menambahkan, sampah yang dikumpulkan akan dipisahkan menjadi sampah organik dan nonorganik. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan DLH Bukittinggi untuk pengelolaan sampah tersebut.
“Nanti sampah organik dan nonorganik akan dipisahkan. Mana yang bisa didaur ulang akan dikelola, sehingga tidak semuanya berakhir menjadi sampah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Ekspedisi Hijau merupakan salah satu program tahunan SMK Genus Bukittinggi dan ke depan diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan kokurikuler sekolah.
Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dalam menyambut HUT RI, kita tidak hanya mengikuti pawai bersama. Kita juga ingin membuat kegiatan yang sifatnya berbagi dengan alam. Karena itu temanya Ekspedisi Hijau,” tutur Sesri.
Sementara itu, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Bukittinggi, Marwira Lizarni, mengapresiasi kegiatan yang digelar SMK Genus Bukittinggi tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan edukasi secara langsung kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah.
“Ini sangat bagus karena kegiatan ini mengajarkan anak bagaimana peduli dengan lingkungan. Permasalahan sampah bukan hanya menjadi persoalan Kota Bukittinggi, tetapi juga persoalan nasional,” katanya.
Foto Bersama usai penutupanKemudian Ia menjelaskan salah satu tantangan pengelolaan sampah di Bukittinggi adalah keterbatasan tempat pemrosesan akhir. Karena itu, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi hal yang sangat penting.
“Bukittinggi tidak mempunyai TPA sendiri, sehingga sebagian sampah yang tidak bisa dikelola harus dikirim ke Padang,” jelasnya.
Menurutnya, sampah yang masih memiliki nilai guna, terutama sampah plastik dan jenis sampah lainnya yang dapat diolah, diupayakan untuk diproses melalui fasilitas pengelolaan yang tersedia.
“Kalau sampah plastik masih bisa kita kelola, kita kelola di TPST. Namun kalau tidak bisa, sisanya kita antarkan ke Padang karena di sana ada TPA,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan edukasi lingkungan seperti Ekspedisi Hijau dapat terus dilaksanakan dan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pemilahan sampah.
“Semoga kegiatan ini bisa berlanjut terus. Dengan kegiatan ini siswa tahu mana sampah organik, mana sampah nonorganik, dan mana sampah B3,” pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo






Komentar0