LIMA PULUH KOTA, matajurnalist.com – Sebuah model kolaborasi apik terjadi di tanah wakaf PERTI di Kandua, Lakuak Bukik Godang, Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Minggu (23/8/2026).
Acara peletakan Batu Pertama, Tabligh Akbar dan Doa Bersama PC PERTI Kabupaten Lima Puluh Kota tidak hanya sekadar arena berkumpulnya jamaah, tetapi juga berfungsi efektif sebagai media Reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah, SH.
Sinergi antara legislatif, organisasi masyarakat (ormas), dan ulama ini menghasilkan komitmen nyata: pembangunan Komplek Mesjid Raya Perti yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi.
Kehadiran Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah dalam masa persidangan ketiga tahun 2025-2026 ini menunjukkan pergeseran paradigma reses. Alih-alih bertemu di gedung kantor, wakil rakyat memilih menyatu dengan ratusan jamaah Majelis Taklim dan anggota PERTI di lokasi tanah wakaf. Dimana dakwah menjadi wadah aspirasi rakyat.
"Dalam suasana khidmat tabligh akbar, kami bisa menyerap aspirasi umat secara lebih natural. Pembangunan masjid ini bukan hanya soal ibadah mahdhah, tapi juga soal akses pendidikan dan ekonomi umat yang menjadi concern kami di DPRD," ungkap Wirman kepada awak media.
Hal ini sejalan dengan isi PC PERTI Limapuluh Kota yang dipimpin Buya H. Doni Rahmat, MA. Bagi mereka, masjid adalah titik awal dari ekosistem pendidikan. Denah pembangunan yang dipajang mengungkapkan rencana ambisius: selain masjid dua lantai, akan dibangun Ma’had ‘Ali (Perguruan Tinggi Perti), asrama santri, Perti Mart (ekonomi syariah), hingga ruang terbuka hijau untuk praktik pertanian mahasiswa.
Acara ini juga menjadi bukti kuatnya jaringan intelektual Minangkabau. Penceramah utama, Ustazd Darno Efendi, S.Pd.I., M.Pd. (Dt. Sohiah nan Hitam), adalah alumni MTI Canduang dan pendiri Rumah Tahfizh Nurul Qur'an Anugrah Ilahi. Kehadirannya membawa pesan bahwa pembangunan fisik harus seimbang dengan pembangunan SDM. Investasi Ulama dan Cendekiawan Minang.
"Masjid raya ini nanti harus menjadi kampus dakwah. Jangan sampai bangunannya megah tapi kosong dari kajian ilmu," tegas Ustazd Darno dalam tausiyahnya.
Dukungan strategis juga datang dari Ketua Umum DPP PERTI Pusat, Buya Dr. (C) H. M. Syarfi Hutauruk, MM, yang menegaskan bahwa proyek Ma'had 'Ali di Limapuluh Kota adalah bagian dari grand design pendidikan PERTI Sumatera Barat. Meskipun beberapa tokoh besar Sumbar berhalangan hadir, legitimasi proyek ini tetap kuat dengan kehadiran Buya Syafrizal Mutwa (Ketua PD PERTI Sumbar) dan Buya Dr. Aldomi Putra dari Jakarta.
Semangat gotong royong tradisional berpadu dengan metode modern. Selain terkumpulnya lebih dari 100 zak semen dari sumbangan langsung, panitia juga menyediakan opsi donasi digital melalui nomor rekening.
Ibu-ibu jamaah Perwati yang membawa bekal makanan dalam bungkus-bungkus kertas menciptakan kontras indah dengan spanduk rencana bangunan berteknologi modern bersponsor Bank Syariah Indonesia (BSI).
Acara ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama, melambangkan kesetaraan status sosial di hadapan Allah.
Dengan dukungan lintas sektor—dari DPR, Pemkab (Wabup Badrito Resha), Polri (Kapolres), hingga ormas—Komplek Mesjid Raya Perti Limapuluh Kota berpotensi menjadi prototype pengembangan wilayah berbasis agama dan pendidikan di Sumatera Barat.
Pewarta: F. Malin Parmato




Komentar0