GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Pendidikan Politik Perempuan, Ramlan: Jangan Hanya Jadi Penonton

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Buka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Perempuan se-Kota Bukittinggi di Grand Rocky Hotel Bukittinggi, Sabtu (5/9/2026).

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Wali Kota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, S.H., menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi perempuan agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan dan kehidupan demokrasi.

Hal itu disampaikan Ramlan saat membuka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Perempuan se-Kota Bukittinggi di Grand Rocky Hotel Bukittinggi, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Pentingnya Pendidikan Politik untuk Penguatan Peran Perempuan dalam Demokrasi” tersebut digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bukittinggi melalui inisiasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Apt. Linda Wardiyanti, S.Farm.

Sebanyak 45 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5-6 September 2026. Sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pakar dan praktisi politik turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, Ramlan mengatakan pendidikan politik tidak semata-mata berbicara mengenai pemilu maupun politik praktis. Menurutnya, pemahaman politik diperlukan agar masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi secara cerdas dalam kehidupan demokrasi.

“Perempuan harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik. Jangan sampai perempuan hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Perempuan harus berani menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam menentukan kebijakan,” ujar Ramlan.

Ramlan, menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga, masyarakat hingga pemerintahan. Karena itu, peningkatan pemahaman politik dinilai penting agar perempuan dapat berperan lebih aktif dalam mengawal kebijakan dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Apt. Linda Wardiyanti, S.Farm., mengatakan pendidikan politik menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keberanian dan kapasitas perempuan dalam menyampaikan aspirasi.

“Perempuan harus melek politik. Bukan berarti semua perempuan harus menjadi politisi, tetapi setiap perempuan perlu memahami bagaimana kebijakan dibuat dan bagaimana menyampaikan aspirasi agar kepentingan masyarakat, khususnya perempuan, dapat diperjuangkan,” kata Linda.

Linda berharap peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, baik dalam keluarga, organisasi maupun masyarakat.

“Harapan kita, peserta yang hadir hari ini dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing, mulai dari keluarga, organisasi, masyarakat hingga ruang-ruang pengambilan keputusan,” tambahnya.

Di sisi lain, Sekretaris Kesbangpol Kota Bukittinggi, Ramon Arisa Putra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Menurut Ramon, sinergi pemerintah daerah dengan DPRD melalui inisiasi Pokir menjadi langkah positif dalam membuka ruang edukasi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Pemerintah daerah menyediakan ruang dan fasilitasi, sementara keterlibatan legislatif menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kapasitas masyarakat. Semuanya bermuara pada bagaimana kualitas demokrasi dan pembangunan di Kota Bukittinggi semakin baik,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, perempuan di Kota Bukittinggi diharapkan semakin memahami hak dan perannya dalam demokrasi, berani menyampaikan aspirasi, serta ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan daerah, pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.