Bukittinggi MataJurnalist.com_Upaya meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Bukittinggi terus dilakukan melalui proyek revitalisasi sarana dan jaringan perpipaan. Pekerjaan tersebut saat ini berada di bawah perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pengawasan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat melalui anggaran APBN.
Direktur PDAM Kota Bukittinggi, Alfitra mengatakan pihaknya belum terlibat langsung dalam proses pengerjaan proyek tersebut. PDAM baru akan terlibat setelah seluruh pekerjaan selesai dan aset yang dibangun diserahterimakan untuk kemudian dioperasikan.
"Semua proyek ini, mulai dari perencanaan, penganggaran dan pengawasan, dilakukan oleh balai. Karena anggarannya dari pusat, PDAM tidak dilibatkan dalam pengerjaan. Nanti setelah selesai dan diserahterimakan, baru PDAM yang akan mengoperasikan," ujar Alfitra.
Menurutnya, terdapat tiga pekerjaan utama yang dilaksanakan dalam satu rangkaian proyek. Pertama, pembangunan fasilitas pengolahan air di Tabek Gadang. Pekerjaan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi air bersih sekitar 20 liter per detik setelah nantinya selesai dan dapat dioperasikan.
Kedua, pembangunan jaringan perpipaan baru untuk mendukung distribusi air kepada masyarakat, khususnya di kawasan Kubu Tanjung, Tigo Baleh dan daerah sekitarnya. Selain membangun jaringan baru, proyek tersebut juga mencakup penggantian pipa lama dari kawasan Bengkaweh menuju pusat Kota Bukittinggi, tepatnya di sekitar kawasan Tugu Polwan.
"Ketiga, penggantian pipa jembatan pipa di Sungai Tanang. Semuanya dikerjakan dan diawasi oleh PU. Anggarannya APBN. Untuk lebih jelasnya nanti silakan dikonfirmasi ke balai," katanya.
Ia mengatakan, pembangunan jaringan baru nantinya akan mendukung distribusi air kepada pelanggan, terutama masyarakat di kawasan Tigo Baleh dan sekitarnya. Selain itu, terdapat penggantian jaringan pipa lama dari kawasan Bengkaweh menuju pusat Kota Bukittinggi.
Penggantian pipa lama tersebut dinilai penting karena kondisi jaringan yang sudah berusia tua dan tingginya tingkat kebocoran. Kondisi itu menyebabkan air yang tersedia tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0