GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Angka Putus Sekolah Jadi Tantangan, PKBM Markaz Ilmu Memilih Jalan Pengabdian di Lintau

PKBM Markaz Ilmu, Balai Tangah, Lintau Buo Utara

Tanah Datar, MataJurnalis.Com — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, Dr. Alfi Hidayati, menyoroti persoalan tingginya angka putus sekolah di kecamatan Lintau Buo Utara saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pembukaan Ruang Pintar Markaz Ilmu dan peletakan batu pertama pembangunan lokal di Nagari Balai Tangah, Selasa (13/10/2026).

Tingginya angka putus sekolah itu menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan akses pendidikan masyarakat di Kabupaten Tanah Datar. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kehadiran lembaga pendidikan nonformal yang bersedia menjangkau warga yang belum memperoleh kesempatan belajar secara memadai.

Dalam sambutannya, Alfi menyebut Kecamatan Lintau Buo Utara sebagai wilayah dengan angka putus sekolah tertinggi di Kabupaten Tanah Datar. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Yayasan Cahaya Ilmu Lintau yang telah mengambil bagian dalam membantu pemerintah daerah mencerdaskan masyarakat.

Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan putus sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan yayasan, lembaga pendidikan masyarakat, pemerintah nagari, dan berbagai unsur lainnya juga dibutuhkan agar warga yang kehilangan kesempatan belajar dapat kembali mengakses pendidikan.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, Dr. Alfi Hidayati (paling kiri). 

Bukan Sekadar Menyelenggarakan Pendidikan

Di tengah persoalan tersebut, PKBM Markaz Ilmu hadir dengan semangat pengabdian kepada masyarakat. Ketua Yayasan Cahaya Ilmu Lintau, Gusti Ananda, S.IP., menjelaskan bahwa pendirian PKBM pada 2022 berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat di kampung halaman.

Bersama rekan-rekannya, ia melihat bagaimana kesulitan ekonomi turut memengaruhi kehidupan warga, sementara banyak penduduk usia produktif memilih pergi merantau untuk mencari penghidupan.

Dari diskusi yang mereka lakukan, muncul keyakinan bahwa pendidikan dan keterampilan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian masyarakat. Warga yang memiliki pengetahuan dan kemampuan lebih baik diharapkan mampu membuka peluang usaha serta mengembangkan kegiatan ekonomi di kampung sendiri.

Ketua Yayasan Cahaya Ilmu Lintau, Gusti Ananda, S.IP., (kanan). 

“Kami juga ingin di Lintau seperti itu. Kami ingin masyarakatnya pandai, terampil, dan mereka bisa membuka usaha sendiri,” demikian inti harapan Gusti Ananda mengenai tujuan pendirian PKBM Markaz Ilmu.

Semangat tersebut menjadi latar belakang pengabdian yang dijalankan yayasan melalui pendidikan masyarakat. Dengan demikian, persoalan putus sekolah bukan semata-mata dilihat sebagai kebutuhan layanan pendidikan, melainkan sebagai tantangan sosial yang memerlukan kepedulian dan keterlibatan bersama.

Wali Nagari Balai Tangah, Dasheri Angku Qobi 
(kiri). 

Dari Delapan Warga Belajar Menjadi Puluhan Peserta

Perjalanan PKBM Markaz Ilmu dimulai pada 2022 dengan delapan peserta didik. Menurut keterangan Wali Nagari Balai Tangah, Dasheri Angku Qobi, jumlah warga belajar kini telah berkembang menjadi sekitar 85 orang yang mengikuti program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.

Ia juga menyampaikan bahwa 32 orang telah menamatkan pendidikan dan melanjutkan ke jenjang SMA, sementara beberapa lainnya telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Perkembangan tersebut memperlihatkan upaya PKBM Markaz Ilmu dalam menyediakan jalur pendidikan bagi masyarakat. Namun, angka-angka itu juga mengingatkan bahwa keberhasilan memperluas akses pendidikan perlu terus diikuti dengan pendampingan agar warga belajar dapat menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan perjalanan mereka.

Bagi masyarakat yang sebelumnya putus sekolah, kesempatan kembali belajar dapat menjadi langkah penting untuk memperbaiki masa depan, baik dalam melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan keterampilan untuk kehidupan sehari-hari.

Pimpinan PT. PNM Cabang Padang saat acara peletakan Batu pertama pembangunan ruang Pintar di PKBM Markaz Ilmu

Mengajak Nagari-Nagari Terlibat

Dalam sambutannya, Wali Nagari Balai Tangah berharap Yayasan Cahaya Ilmu Lintau dapat mengirimkan surat kepada nagari-nagari agar membantu mengidentifikasi dan mengarahkan warga putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan melalui PKBM Markaz Ilmu.

Ia juga menyampaikan kemungkinan pemanfaatan gedung sekolah yang tidak lagi digunakan di nagarinya untuk mendukung kegiatan pembelajaran PKBM, dengan tetap memperhatikan status aset dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar berharap semakin banyak pihak turut membantu pengembangan lembaga tersebut. Ia juga mendorong yayasan agar memiliki lahan sendiri sehingga pengembangan fasilitas dan peluang memperoleh bantuan pembangunan dari pemerintah pusat dapat dipersiapkan sesuai persyaratan.

Harapan dari kedua pihak itu memperlihatkan bahwa pengabdian pendidikan membutuhkan dukungan yang lebih luas, mulai dari pendataan warga putus sekolah, penyediaan tempat belajar, hingga keberlanjutan proses pembelajaran.

PKBM Markaz Ilmu Lintau Buo Utara

Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pemberdayaan

Kehadiran Ruang Pintar Markaz Ilmu melalui dukungan PNM Peduli menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat sarana pendukung pendidikan masyarakat di Nagari Balai Tangah.

Bagi Yayasan Cahaya Ilmu Lintau, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan pendidikan yang telah dirintis sejak 2022. Ketua yayasan pun menyampaikan terima kasih kepada pimpinan PNM atas bantuan yang diberikan.

Tantangan putus sekolah di Lintau Buo Utara tentu tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu lembaga atau satu program. Dibutuhkan kerja bersama pemerintah, masyarakat, yayasan, dan pihak-pihak yang bersedia memberikan dukungan nyata.

Di tengah tantangan itu, PKBM Markaz Ilmu berupaya menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan masyarakat yang berangkat dari kepedulian terhadap masa depan warga. Semangat pengabdian tersebut menjadi penting agar pendidikan tidak berhenti pada persoalan memperoleh ijazah, tetapi turut membuka jalan menuju masyarakat yang lebih berpengetahuan, terampil, dan mandiri.

Pewarta: Fitra Yadi Malin Parmato

Komentar0

Type above and press Enter to search.