GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Bikin Peserta Musda MUI Ngakak, Bupati Limapuluh Kota H. Safni Kasih Pesan Kocak Buat Wabup: "Akur Terus, Tapi Kalau Babonceng Jan Lasak!"

Foto by: @fitrayadi

​Payakumbuh, Matajurnalist.com – Suasana khidmat pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lima Puluh Kota di Hotel Mangkuto Syariah, Payakumbuh, Sabtu (31/10/2026), mendadak riuh oleh gelak tawa para peserta dan tamu undangan.

​Pasalnya, Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, melontarkan candaan segar sekaligus sarat makna terkait hubungan politiknya dengan Wakil Bupati (Wabup) saat memberikan sambutan.

​Di hadapan para ulama, pimpinan LKAAM, Bundo Kanduang dan tokoh masyarakat, dan undangan yang hadir, Bupati H. Safni menepis kekhawatiran akan keretakan yang sering menghantui para pasangan kepala daerah. Ia menegaskan bahwa kemudi pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota masih berjalan seirama dan sangat harmonis. Namun, layaknya orang Minang, pesan serius itu ia bungkus dengan pepatah jenaka ala anak motor.

​"Bupati dan wakil bupati Limapuluh Kota masih akur. Kita tetap akan mempertahankan keserasian. Tapi pesan saya ke Wabup, babonceng tidak boleh lasak (dibonceng tidak boleh banyak tingkah/banyak gerak)," seloroh Bupati Safni yang langsung disambut tawa lepas para peserta Musda.

​Istilah babonceng jan lasak yang dilontarkan Safni ini merupakan perumpamaan cerdas. Dalam mengendarai sepeda motor pemerintahan, Bupati bertindak sebagai "pilot" yang memegang setang, sementara Wakil Bupati duduk di boncengan. Jika yang dibonceng terlalu banyak bergerak (lasak), keseimbangan motor bisa goyah dan berisiko jatuh bersama-sama.

​Lebih lanjut, Safni menekankan bahwa ritme kerja yang sejalan dan sikap saling memahami porsi masing-masing adalah kunci kelancaran roda pembangunan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia tidak ingin energi pemerintah daerah habis terkuras hanya untuk mengurus friksi politik internal.

​"Intinya, sama-sama dari hati kita bekerja keras untuk Limapuluh Kota ini. Mudah-mudahan ada perbaikan dari yang sudah baik, yang sudah dirintis oleh pemimpin-pemimpin kita sebelumnya. Tentu ini tugas kita bersama," tegas Safni kembali ke nada serius.

​Pesan "babonceng jan lasak" ini pun menjadi angin segar bagi masyarakat Lima Puluh Kota. Di tengah banyaknya kepala daerah dan wakilnya yang pecah kongsi di tengah jalan, kekompakan Bupati dan Wabup Lima Puluh Kota diharapkan terus terjaga hingga garis finis masa jabatan.

​Tentu saja, selama yang di boncengan tetap tenang dan menikmati perjalanan! (MJ/F. Malin Parmato)






Komentar0

Type above and press Enter to search.