GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Wisuda Angkatan VI ITBHAS Bukittinggi, 179 Lulusan Diwisuda, Enam Penghafal Al-Qur’an Jadi Sorotan


ITBHAS Bukittinggi Mewisuda 179 lulusan dari Empat Program Studi Dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan VI yang berlangsung di Gedung Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Monopoli Hotel, Sabtu (24/10/2026).


Bukittinggi MataJurnalist.com_Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITBHAS) Bukittinggi mewisuda 179 lulusan dari empat program studi dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan VI yang berlangsung di Gedung Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Monopoli Hotel, Sabtu (24/10/2026). Salah satu momen istimewa dalam prosesi tersebut adalah kehadiran enam wisudawan dan wisudawati penghafal Al-Qur’an atau tahfidz.

Wisuda ini menjadi penanda keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus momentum bagi ITBHAS Bukittinggi untuk memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, membangun karakter lulusan, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Dari total 179 lulusan, sebanyak 73 orang berasal dari Program Magister Manajemen (S2), 63 orang dari Program Studi S1 Manajemen, 37 orang dari S1 Akuntansi, dan enam orang dari Program D3 Akuntansi.

Prosesi wisuda dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Dr. Afdalisma, perwakilan Gubernur Sumatera Barat, Ir. Nizam Ul Muluk, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM, serta Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.

Turut hadir jajaran wakil rektor, para ketua program studi, orang tua wisudawan dan wisudawati, ketua alumni, perwakilan Polresta Bukittinggi melalui Kapolsek Kota Bukittinggi, serta sejumlah undangan lainnya.

Rektor ITBHAS Bukittinggi, Dr. Yulihasri, menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau penanda berakhirnya masa studi. Lebih dari itu, wisuda merupakan awal bagi para lulusan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, membangun karier, dan mengambil peran di tengah masyarakat, ucapnya.

Menurutnya, kehadiran enam wisudawan tahfidz Al-Qur’an menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Pemindahan Jambul oleh Rektor kepada Wisudawan sekaligus Ucapan selamat.

Penguasaan ilmu pengetahuan, kata dia, perlu disertai integritas, tanggung jawab, dan landasan moral yang kuat. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Komitmen membangun keseimbangan antara kemampuan akademik dan karakter tersebut juga tercermin dalam upaya kampus menyediakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan intelektual sekaligus spiritual mahasiswa.

Dalam rangkaian wisuda kali ini, ITBHAS Bukittinggi turut memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK).

Pada Program Studi S1 Akuntansi, predikat lulusan terbaik diraih M. Fazri Razali dengan IPK 3,97. Sementara itu, lulusan terbaik S1 Manajemen diraih Marsela dengan IPK 3,91.

Untuk Program D3 Akuntansi, penghargaan diberikan kepada Syahrul Furqan dengan IPK 3,81. Adapun pada Program Magister Manajemen (S2), lulusan terbaik diraih Welly Desvitri Yanti dengan IPK 3,92.

Penghargaan Dari ITBHAS untuk para Lulusan Terbaik dari masing-masing Proogram Studi.

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi kampus terhadap kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan. Prestasi akademik para lulusan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mencapai hasil terbaik selama menempuh pendidikan.

Selain prestasi akademik, kampus juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan melalui kategori Bintang Aktivitas Kampus.

Dari Program Studi S1 Manajemen, penghargaan diberikan kepada Joehari Aditya Putra, Amanda, Dewi Yuliani, dan Zayana Alillah.

Pada Program Studi S1 Akuntansi, penghargaan tersebut diraih Gita Indra Leksmana dan Cica Ratna Sari. Sementara dari Program D3 Akuntansi, penerima penghargaan adalah Syahrul Furqan dan Ahmad Efendi Abas.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan kampus di luar kegiatan perkuliahan. Pengalaman berorganisasi dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dinilai dapat membantu mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta rasa tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Yulihasri juga menyebut Wisuda Angkatan VI sebagai salah satu momentum penting dalam perjalanan ITBHAS Bukittinggi. Menurutnya, pelaksanaan wisuda menjadi bagian dari upaya institusi untuk terus berkembang dan memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan.

Ia menegaskan bahwa ITBHAS Bukittinggi berkomitmen membangun perguruan tinggi yang unggul, bukan hanya melalui pencapaian akademik, tetapi juga lewat pembentukan kepribadian mahasiswa agar tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, mandiri, kreatif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Wisudawan dapat penghargaan dari ITBHAS 

Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, ITBHAS Bukittinggi kini ditunjang fasilitas kampus baru yang representatif. Di lingkungan kampus juga telah tersedia masjid yang diharapkan dapat mendukung pembinaan karakter dan kehidupan spiritual mahasiswa, katanya.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus menunjang pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Pendidikan, dalam pandangan kampus, tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu untuk kebutuhan dunia kerja, tetapi juga pembentukan nilai dan karakter sebagai bekal menjalani kehidupan.

Yulihasri menilai dukungan fasilitas harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran, kualitas tenaga pengajar, serta pelayanan akademik. Dengan begitu, lingkungan pendidikan yang semakin baik dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas proses belajar dan kompetensi lulusan.

Saat ini, jumlah mahasiswa ITBHAS Bukittinggi saat ini meningkat hingga 50 persen pada tahun ini.

Pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan institusi sekaligus tantangan untuk terus memperkuat kualitas layanan pendidikan. Bertambahnya jumlah mahasiswa menuntut kesiapan kampus dalam menyediakan proses pembelajaran yang efektif, fasilitas memadai, serta pelayanan akademik yang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa.

Yulihasri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perkembangan ITBHAS Bukittinggi. Menurutnya, kemajuan institusi merupakan hasil kerja bersama pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, orang tua, serta para mitra.

Ia berharap peningkatan jumlah mahasiswa dapat menjadi energi baru bagi kampus untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam pengembangan institusi ke depan, ITBHAS Bukittinggi menargetkan pencapaian akreditasi unggul pada 2027.

Target tersebut menjadi salah satu agenda strategis kampus untuk meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Pencapaian akreditasi unggul membutuhkan persiapan dan evaluasi berkelanjutan di berbagai bidang, mulai dari kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, tata kelola perguruan tinggi, fasilitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian lulusan.

Yulihasri menekankan bahwa target tersebut perlu didukung komitmen seluruh sivitas akademika melalui kerja nyata, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Akreditasi, dalam konteks pengembangan kampus, tidak semestinya dipandang hanya sebagai pencapaian administratif. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi dorongan untuk membangun budaya mutu yang diterapkan dalam setiap kegiatan pendidikan.

Dengan penguatan sistem akademik dan tata kelola yang berkelanjutan, kampus diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.

Selain memaparkan perkembangan institusi, Yulihasri mengingatkan mahasiswa agar mulai mempersiapkan masa depan sejak masih berada di bangku kuliah.

Menurutnya, kesuksesan tidak seharusnya baru direncanakan setelah mahasiswa menyandang gelar sarjana atau menyelesaikan pendidikan. Masa perkuliahan justru menjadi kesempatan penting untuk mengembangkan keterampilan, memperluas jaringan, mengasah kreativitas, dan membangun keberanian dalam mengambil peluang.

Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi memiliki keberanian menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Di tengah perubahan teknologi dan persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, pola pikir inovatif, serta keterampilan memecahkan persoalan secara profesional.

Rektor menyerahkan Wisudawan Kepada Ketua Alumni Sebagai Alumni ITBHAS, yang dibterina oleh ketua Alumni Fauzan Haviz 

Yulihasri berharap wisudawan dan wisudawati Angkatan VI dapat menjaga nama baik almamater serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Gelar akademik yang diraih, menurutnya, bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk terus mengembangkan diri, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semoga sebanyak 179 lulusan yang dilepas dalam wisuda kali ini membawa harapan baru bagi keluarga, kampus, dan lingkungan tempat mereka akan berkarya. Prestasi akademik, keaktifan dalam kegiatan kampus, serta kehadiran enam penghafal Al-Qur’an menjadi bagian dari perjalanan ITBHAS Bukittinggi dalam mempersiapkan generasi terdidik yang diharapkan mampu memadukan kompetensi, integritas, dan nilai-nilai moral.

Melalui penguatan mutu pendidikan, pengembangan fasilitas, serta target akreditasi unggul pada 2027, ITBHAS Bukittinggi berupaya melangkah lebih jauh dalam meningkatkan kualitas lulusan dan memperluas perannya dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Sumatera Barat, pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.