PAYAKUMBUH, Matajurnalist.com – Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lima Puluh Kota tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momen penuh haru dan apresiasi. Di sela-sela agenda persidangan, MUI secara khusus memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tokoh birokrat senior, H. Taufik Hidayat, S.E., M.Si., atas dedikasi dan kedermawanannya terhadap syiar Islam di daerah tersebut.
Penghargaan berupa piagam tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan MUI di hadapan puluhan buya, ulama, serta ketua-ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam se-Kabupaten Lima Puluh Kota yang memadati aula Hotel Mangkuto Syariah, Payakumbuh, Sabtu (31/10/2026). Momen penyerahan ini turut diabadikan dengan sesi foto bersama yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kebaikan keluarga besar H. Taufik Hidayat yang telah mewakafkan sebidang tanah pribadinya. Tanah yang berlokasi di kawasan Purwajaya, Kecamatan Harau tersebut, kini diperuntukkan sebagai lokasi pembangunan gedung pusat dakwah dan Kantor Sekretariat MUI Kabupaten Lima Puluh Kota.
H. Taufik Hidayat sendiri bukanlah sosok asing bagi masyarakat Lima Puluh Kota. Beliau dikenal sebagai birokrat ulung yang pernah menduduki puncak karier sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2018. Sebelum mengabdi di kampung halaman, putra dari mantan Ketua Perti dan Sekretaris era awal MUI Lima Puluh Kota, Buya Azra' Ismail, ini juga pernah mendedikasikan dirinya sebagai abdi negara di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto.
Dalam suasana musyawarah tersebut, terungkap bahwa kedermawanan Taufik Hidayat menjadi tonggak penting bagi kemandirian MUI Lima Puluh Kota dalam menjalankan roda organisasi. Memiliki kantor sendiri yang representatif dan permanen telah lama menjadi dambaan para ulama di "Luhak Nan Bungsu" untuk menunjang berbagai kegiatan keumatan.
Sebagai bentuk penghormatan atas kiprah birokrasi dan kepeduliannya terhadap agama, forum Musda VI juga menetapkan mantan birokrat yang bersahaja ini sebagai salah satu Anggota Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Lima Puluh Kota masa khidmat 2026–2031, mendampingi para ulama sepuh lainnya.
Sinergi yang ditunjukkan oleh H. Taufik Hidayat menjadi contoh nyata bagaimana umara (pemerintah/birokrat) dan ulama dapat saling menopang. Langkah nyata mewakafkan harta untuk kepentingan agama ini diharapkan mampu memantik semangat filantropi tokoh-tokoh masyarakat lainnya demi kemajuan dakwah di Kabupaten Lima Puluh Kota. (MJ/F. Malin Parmato).


Komentar0