GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Irman Gusman Dorong Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari di Kabupaten Agam



Bukittinggi MataJurnalist.com_Pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah nagari, dunia usaha, lembaga sosial, akademisi hingga masyarakat, agar upaya meningkatkan kesejahteraan warga dapat berjalan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, SE., MBA, saat memberikan keynote speech dalam Seminar dan Lokakarya 2026 bertema “Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari: Membangun Kemandirian Keuangan dan Ekonomi Rakyat di Kabupaten Agam”, Jumat (6/11/2026), di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.

Kegiatan dihadiri seluruh wali nagari se-Kabupaten Agam. Turut hadir sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, serta perwakilan diaspora.

Di antara narasumber yang hadir yakni Ketua Program Studi Magister Ekonomi Universitas Andalas Dr. Zulkifli N, Kepala Bapperida Kabupaten Agam Rio Eka Putra, Ketua Baznas Kabupaten Agam Ir. H. Isman Iuran, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam Vila Erdi, serta perwakilan diaspora Dr. Ir. Mulya Gusman.

Dalam pemaparannya, Irman Gusman menegaskan bahwa persoalan kemiskinan merupakan tantangan bersama yang membutuhkan penanganan secara terpadu. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan ekonomi rakyat.

Irman Gusman menjelaskan, terdapat lima pilar utama yang perlu menjadi perhatian dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Pertama, sistem penargetan nasional dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga berbagai program bantuan dan pemberdayaan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kedua, perlindungan sosial melalui bantuan dan jaminan sosial yang komprehensif, inklusif, serta adaptif untuk melindungi masyarakat pada setiap tahapan kehidupan.

Ketiga, graduasi kemiskinan, yakni pendampingan keluarga miskin secara bertahap agar mampu meningkatkan pendapatan, mengembangkan potensi ekonomi, dan pada akhirnya keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Keempat, pemberdayaan ekonomi dengan membangun ekosistem usaha melalui pendekatan Semi Closed Loop Supply Chain (SCLSC), koperasi, kartu usaha, akses permodalan, serta perluasan jaringan pemasaran.

Kelima, integrasi dana pengentasan kemiskinan dengan menggabungkan sumber pendanaan pemerintah dan nonpemerintah melalui platform digital. 

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana.

Irman juga menyoroti posisi Kabupaten Agam dalam persoalan kemiskinan di Sumatera Barat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Agam berada pada peringkat ke-16 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat dalam tingkat kemiskinan.

Pada kesempatan itu, Irman Gusman menyatakan komitmennya untuk membantu upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Agam dengan menyiapkan dukungan dana sebesar Rp100 juta. Sebagai langkah awal, bantuan sebesar Rp25 juta direncanakan akan segera disalurkan, sebagai langkah awal, ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dipaparkan narasumber dalam seminar, jumlah masyarakat Kabupaten Agam yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 tercatat sebanyak 66.102 kepala keluarga (KK) atau 231.404 jiwa.

Sedangkan untuk kelompok desil 1 hingga 5, jumlahnya mencapai 83.948 KK dengan total 288.934 jiwa.

Data tersebut menjadi gambaran besarnya tantangan yang harus dihadapi dalam merancang program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Agam. Karena itu, pendekatan berbasis nagari dinilai penting agar program yang dijalankan sesuai dengan kondisi, kebutuhan, serta potensi ekonomi masyarakat setempat.

Melalui seminar dan lokakarya ini, diharapkan lahir langkah konkret dan sinergi antara pemerintah daerah, wali nagari, lembaga zakat, akademisi, serta diaspora dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, sehingga pengentasan kemiskinan tidak sekadar berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang produktif dan mandiri, pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.