Pemerintah Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ramlan Nurmatias menerima penghargaan UHC Award 2026 Kategori Pratama di Jakarta. Prestasi ini merupakan kali ketiga diterima oleh Pemkot Bukittinggi yang membuktikan komitmen pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 untuk ketiga kalinya. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemko Bukittinggi dalam menjamin pelayanan kesehatan yang merata, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa penghargaan UHC Award 2026 mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan kepada masyarakat.
“UHC Award tahun 2026 menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus memastikan akses layanan kesehatan yang merata, tepat sasaran, dan berkeadilan,” ujar Ramlan, Selasa (27/1).
Sebelumnya, Kota Bukittinggi juga berhasil meraih UHC Award pada tahun 2023 dan 2024. Penghargaan tahun 2026 ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Dr. (Hc) Drs. A. Muhaimin Iskandar, kepada Wali Kota Bukittinggi di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.
Ramlan menjelaskan, melalui skema UHC Prioritas, masyarakat Kota Bukittinggi yang benar-benar membutuhkan dapat langsung didaftarkan sebagai peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa harus menunggu masa aktivasi selama 14 hari.
“Warga yang didaftarkan dapat langsung memperoleh pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit,” katanya.
Untuk menjamin keberlanjutan layanan kesehatan tersebut, pada tahun 2026 Pemerintah Kota Bukittinggi mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,5 miliar untuk pembiayaan program UHC.
Secara nasional, pada tahun ini sebanyak 31 provinsi serta 397 kabupaten dan kota di Indonesia menerima UHC Award. Kota Bukittinggi berhasil meraih kategori Pratama dengan capaian cakupan kepesertaan JKN sebesar 98 persen dan tingkat keaktifan peserta mencapai 80 persen, yang didukung melalui pembiayaan dari anggaran daerah.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UHC merupakan kondisi ketika seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan memiliki tingkat keaktifan yang baik, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.
“Keberhasilan daerah dalam mencapai UHC mencerminkan kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bukittinggi, Haris Prayudi, menyampaikan bahwa Bukittinggi menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi yang berhasil meraih prestasi nasional UHC Award 2026.
“Ketiganya adalah Kota Padang Panjang dan Kabupaten Pasaman untuk kategori Madya, serta Kota Bukittinggi yang berhasil meraih kategori Pratama,” jelas Haris.
Ia menambahkan, penilaian UHC Award dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain cakupan kepesertaan JKN, tingkat keaktifan peserta, serta kepatuhan pemerintah daerah dalam pembayaran iuran PBPU Pemda hingga September 2025.
Untuk kategori Pratama, Kota Bukittinggi dinilai telah memenuhi syarat dengan cakupan kepesertaan minimal 98 persen, tingkat keaktifan minimal 80 persen, serta status pembayaran iuran PBPU Pemda yang lunas hingga September 2025.
BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi sendiri membawahi lima daerah di Sumatera Barat, yakni Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Padang Panjang.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan bahwa UHC Award merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan keberpihakan pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan yang setara dan berkelanjutan.
“Universal Health Coverage bukan sekadar capaian angka kepesertaan, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya agar tetap sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Pewarta : sutan mudo /Adv





Komentar0