Peletakan Batu Pertama pembangunan Musholla “Salimah” Bukittinggi, Jumat (10/4/2026)
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Suasana khidmat menyelimuti kawasan Tengah Sawah, Bukittinggi, saat Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, SH., M.M., melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla “Salimah” yang berlokasi di Jalan Tengah Sawah No. 46 B, Bukittinggi Jumat (10/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan ini tidak sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol kuat kebersamaan antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika kehidupan modern.
Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias, SH, Datuak Nan Basa, beserta jajaran pemerintahan setempat, seperti lurah ATTS Yassir Hidayat, SH, camat, tokoh masyarakat, niniak mamak, RT/RW, serta keluarga besar almarhum Bagindo Tuni. Hadir pula Dr. Marjoni yang menjabat sebagai Ketua Pengprov Pordasi Riau.
Dalam sambutannya, Ahlul Badrito Resha sampaikan bahwa pembangunan Musholla “Salimah” memiliki nilai historis dan emosional yang mendalam. Ia merupakan generasi kedua dari keluarga besar almarhum Bagindo Tuni yang memiliki keterikatan kuat dengan kawasan Tengah Sawah.
“Sebagian besar keluarga kami tinggal di sini. Ibu saya berasal dari kawasan ini, sementara ayah dari Payakumbuh. Musholla ini kami bangun sebagai bentuk bakti keluarga sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Musholla tersebut akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 300 meter persegi. Kehadirannya diharapkan dapat mempermudah masyarakat sekitar dalam menjalankan ibadah, khususnya salat berjamaah, katanya.
Selama ini, warga harus menempuh jarak sekitar 300 meter menuju masjid terdekat, sebuah jarak yang cukup menyulitkan, terutama bagi lansia dan anak-anak.
Lebih dari sekadar fasilitas ibadah, pembangunan Musholla “Salimah” juga diharapkan menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat, nantinya, katanya.
“Ini adalah hasil kesepakatan keluarga besar. Kami ingin musholla ini menjadi tempat ibadah yang hidup, dimanfaatkan oleh masyarakat, serta menjadi pusat kegiatan keagamaan,” tambah Ahlul.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan musholla tersebut. Ia menilai langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Bukittinggi yang berlandaskan nilai religius, dikenal dengan semangat “Bukittinggi Gemilang”.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi ini. Musholla bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat dimakmurkan oleh warga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah, mengingat Bukittinggi, Payakumbuh, dan Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki akar sejarah dan budaya yang sama. Sinergi tersebut diharapkan terus berkembang, termasuk dalam mendukung program konektivitas regional seperti Trans Paliko.
Pembangunan Musholla “Salimah” menjadi bukti bahwa pembangunan spiritual dapat berjalan seiring dengan pembangunan fisik. Di tengah pesatnya perkembangan kota, kehadiran musholla ini diharapkan menjadi oase ketenangan, pusat ibadah, sekaligus penguat nilai kebersamaan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong serta dukungan berbagai pihak, Musholla “Salimah” diharapkan tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi warisan nilai yang terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0