GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Saat Sekolah Negeri Belum Membuka SPMB, Kuota SMK Farmasi Imam Bonjol Sudah Penuh

 

Kepala Sekolah SMK Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi Yurnetti S.Pd 

Bukittinggi MataJurnalist.com_Di saat sekolah negeri belum membuka penerimaan peserta didik baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026, penerimaan siswa baru di SMK Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi telah selesai dengan kapasitas yang tersedia sudah terpenuhi sebanyak empat kelas.

Saat proses penerimaan siswa baru di sekolah negeri masih berlangsung, seluruh kuota penerimaan di SMK Farmasi Imam Bonjol telah terisi penuh.

"Kami menerima siswa baru sebanyak empat rombongan belajar (rombel) sesuai kapasitas yang tersedia. Saat ini kuota sudah penuh, sementara penerimaan di sekolah negeri masih berlangsung," ujar Kepala SMK Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi, Yurnetti, S.Pd., saat dikonfirmasi awak media, Jumat (5/6/2026).

Menurut Yurnetti, tingginya minat masyarakat membuat pihak sekolah terpaksa menolak sejumlah calon siswa karena daya tampung yang tersedia telah terpenuhi.

"Ketika banyak sekolah swasta menghadapi tantangan dalam memperoleh siswa baru, di SMKF Imam Bonjol justru masih banyak peminat yang ingin mendaftar meskipun kuota sudah penuh," katanya.

Tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari kualitas lulusan yang dihasilkan sekolah. Pada tahun ajaran sebelumnya, lebih dari 25 orang lulusan berhasil lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui berbagai jalur penerimaan.

Sementara itu, lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sebagian besar langsung terserap ke dunia kerja, kata Yurnetti.

"Banyak rumah sakit, apotek, dan toko obat yang membutuhkan tenaga kefarmasian. Bahkan sebelum siswa tamat, sudah ada instansi kesehatan yang menjalin komunikasi untuk merekrut lulusan kami," ungkapnya.

Yurnetti menegaskan bahwa lulusan SMKF Imam Bonjol memiliki peluang kerja yang sangat besar di bidang kesehatan, khususnya kefarmasian.

"Boleh dikatakan hampir tidak ada lulusan yang menganggur. Jika tidak melanjutkan kuliah, mereka umumnya langsung bekerja sesuai kompetensi yang dimiliki," ujarnya.

Selama lebih dari satu dekade terakhir, SMKF Imam Bonjol Bukittinggi terus menjadi salah satu sekolah kejuruan kesehatan yang diminati masyarakat. Menurutnya, para siswa yang mendaftar memang sejak awal memiliki minat untuk menekuni bidang farmasi dan kesehatan.

"Siswa yang masuk ke SMKF Imam Bonjol bukanlah karena tidak diterima di sekolah lain atau sebagai pilihan terakhir. Mereka memang memiliki cita-cita dan minat yang kuat untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, khususnya farmasi. Karena itu mereka langsung memilih dan mendaftar ke sekolah ini," pungkas Yurnetti.***

Pewarta : sutan mudo

Komentar0

Type above and press Enter to search.