Tiga siswa binaan Sanggar Seni Sibro Bukittinggi berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi.
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Tiga siswa binaan Sanggar Seni Sibro Bukittinggi berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi.
Peserta yang berhasil mengharumkan nama Sanggar Seni Sibro tersebut adalah Seanna Gyove Inara, Makailah Adiba Anahesa, dan Siti Rubi Kikanaya. Ketiganya berhasil menembus babak Grand Final setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat.
Lomba yang dimulai sejak Mei 2026 itu diawali dengan tahap pendaftaran dan seleksi awal melalui pengiriman video penampilan bertutur yang diunggah ke media sosial. Dari banyaknya video yang masuk, panitia memilih lima peserta terbaik untuk tampil pada babak Grand Final yang digelar di kawasan Jam Gadang, Minggu (7/6/2026).
Menariknya, dari lima grand finalis yang terpilih, tiga di antaranya merupakan murid binaan Ivan Sibro, seniman sekaligus pemilik Sanggar Seni Sibro. Ketiga finalis tersebut adalah: Seanna Gyove Inara,
Makailah Adiba Anahesa, Siti Rubi Kikanaya, kata Om Sibro yang merupakan Owner Sanggar Seni sibro saat di konfirmasi awak media pada Senin pagi, (8/6/2026).
Pada babak Grand Final, seluruh peserta menampilkan kemampuan bertutur secara langsung di hadapan dewan juri dan masyarakat yang hadir.
Seanna Gyove Inara membawakan cerita berjudul "Asal Usul Terbentuknya Ngarai Sianok", sebuah karya Ivan Sibro yang mengangkat versi cerita alternatif mengenai terbentuknya Ngarai Sianok. Sementara itu, Makailah Adiba Anahesa membawakan cerita "Rangkiang Mamak Mantari", yang mengisahkan fungsi dan peran rangkiang dalam kehidupan masyarakat Minangkabau yang kini mulai ditinggalkan. Cerita tersebut juga merupakan karya Ivan Sibro.
Sedangkan Siti Rubi Kikanaya membawakan cerita "Si Bujang Hiram", naskah yang disediakan oleh panitia penyelenggara.
Foto Ivan Sibro, owner Sanggar Seni SibroHasil yang diraih para siswa Sanggar Seni Sibro pun sangat membanggakan. Seanna Gyove Inara, siswi kelas V SDN 04 Birugo Kota Bukittinggi, berhasil meraih Juara I. Sementara itu, Makailah Adiba Anahesa, siswi kelas III SD Syahiral Ilmi Kota Bukittinggi, meraih Juara III, dan Siti Rubi Kikanaya, siswi kelas IV SDN 02 Percontohan Kota Bukittinggi, menempati Peringkat V.
Sebelumnya, ketiga siswa tersebut juga pernah mewakili sekolah masing-masing dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kota Bukittinggi. Pada ajang tersebut, Seanna Gyove Inara berhasil meraih Juara III.
Berkat keberhasilannya menjadi Juara I, Seanna Gyove Inara akan mewakili Kota Bukittinggi pada Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Pelatih Sanggar Seni Sibro, Ivan Sibro, berharap anak didiknya dapat melangkah lebih jauh hingga tingkat nasional.
"Saya berharap Sean dapat memberikan hasil terbaik dan lolos ke tingkat nasional. Saya juga tidak menyangka naskah yang saya tulis dapat mengantarkannya menjadi wakil Kota Bukittinggi di tingkat provinsi," ujar Ivan Sibro.
Prestasi juga diraih anggota Sanggar Seni Sibro lainnya. Aira, salah seorang anggota sanggar, berhasil meraih Juara II Lomba Musikalisasi Puisi yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, Antoni Samawil, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang lomba bertutur ini.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan minat baca, melestarikan budaya tutur, serta meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dalam menampilkan kemampuan berbicara di depan umum, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo



Komentar0