Foto Bersama Usai Pembukaan
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Rafdinal, kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terapis bagi Orang Tua Pendamping dan Anak Penyandang Disabilitas/Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Angkatan II. Kegiatan berlangsung selama 3 hari yang di mulai pada Rabu, 29 Juli hingga 31 Juli 2026, di Hotel Royal Grand Denai, Bukittinggi, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Sumatera Barat.
Bimtek diikuti oleh peserta dari Kota Bukittinggi, Padang, Payakumbuh, Sawahlunto, serta sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat. Kegiatan dibuka secara resmi oleh H. Rafdinal dan dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak DP3APPKB Sumbar Desra Elena, SKM, serta para narasumber yang merupakan tenaga profesional di bidang terapi anak berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, H. Rafdinal mengatakan bahwa jumlah anak berkebutuhan khusus di Sumatera Barat masih cukup banyak. Karena itu, para orang tua membutuhkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu memberikan terapi secara mandiri di rumah.
Sambutan H Rafdinal SH., MH, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin para orang tua tidak hanya bergantung kepada layanan terapi di fasilitas kesehatan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan pendampingan dan terapi secara mandiri kepada anak-anak mereka. Narasumber yang kami hadirkan merupakan tenaga ahli di bidangnya," ujar Rafdinal.
Materi pelatihan meliputi fisioterapi, terapi wicara, hingga terapi sensori integrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Program tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan menyasar berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
"Setiap tahun kegiatan ini terus kami laksanakan. Memang belum seluruh daerah dapat terjangkau karena keterbatasan anggaran. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak pihak, termasuk anggota dewan lainnya, yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus beserta keluarganya," katanya.
Rafdinal menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak penyandang disabilitas, termasuk anak dengan Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak.
Foto Pembukaan
Menurutnya, setiap tahun pelatihan dilaksanakan dalam dua angkatan, dengan masing-masing angkatan diikuti sekitar 58 peserta yang terdiri dari orang tua, anak penyandang disabilitas, serta para penggiat disabilitas.
"Penggiat disabilitas memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dua malam. Sebenarnya masih banyak yang ingin ikut, namun belum dapat kami akomodasi karena keterbatasan anggaran," jelasnya.
Ia berharap seluruh materi yang diberikan narasumber dapat diterapkan secara konsisten oleh orang tua di rumah sehingga target perkembangan anak dapat tercapai secara bertahap dan terukur.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi atas kepedulian H. Rafdinal yang secara konsisten memperjuangkan program-program pemberdayaan bagi keluarga penyandang disabilitas.
Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis Saat diwawancarai awak media
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Haji Rafdinal yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat positif ini. Apa yang beliau lakukan dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak penyandang disabilitas patut menjadi contoh bagi anggota dewan lainnya," ujarnya.
Menurut Ibnu Asis, mendampingi dan membesarkan anak berkebutuhan khusus merupakan bentuk pengabdian sekaligus ibadah yang luar biasa. Bekal ilmu yang diperoleh orang tua melalui pelatihan ini akan menjadi modal penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
"Ini adalah jalan kebaikan. Dengan pengetahuan yang benar, orang tua akan semakin percaya diri dalam mendampingi anak-anak mereka sehingga memiliki kesempatan untuk berkembang lebih optimal," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak DP3APPKB Sumbar, Desra Elena, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pemenuhan hak anak, khususnya hak untuk memperoleh layanan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
"Melalui bimbingan teknis ini, kami mengajarkan orang tua agar mampu melakukan terapi secara mandiri di rumah. Ini sangat penting karena keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Desra.
Menurutnya, kemampuan orang tua melakukan terapi mandiri akan sangat membantu ketika anak tidak dapat menjalani terapi di fasilitas kesehatan secara rutin.
"Harapan kami, anak-anak menunjukkan kemajuan dari hari ke hari sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Setiap tahun tema pelatihan juga selalu diperbarui sesuai kebutuhan peserta," katanya.
Foto Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak DP3APPKB Sumbar, Desra Elena ketika di konfirmasi awak media sebelum acara di mulai
Desra menambahkan, keterampilan terapi menjadi materi utama yang paling banyak dirasakan manfaatnya oleh para peserta. Pada Angkatan II kali ini, pelatihan diikuti sebanyak 58 peserta yang berasal dari lima kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
"Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga hasilnya bisa dievaluasi dan semakin banyak keluarga penyandang disabilitas yang memperoleh manfaat," tutupnya.***
Pewarta : sutan mudo






Komentar0