Bukittinggi MataJurnalist.com_Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril, menyebut peluang kerja bagi generasi muda saat ini cukup terbuka. Menurutnya, anggapan bahwa lapangan pekerjaan sulit didapat tidak sepenuhnya benar, karena masih banyak peluang kerja yang tersedia, baik di dalam maupun luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Asril kepada awak media, Sabtu (8/8/2026), usai kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, yang digelar di Gedung UPTD Balai Pertanian, Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Asril mencontohkan salah satu peluang kerja yang saat ini terbuka bagi tenaga kerja asal Sumatera Barat, yakni kesempatan bekerja ke Jepang melalui program IIDM.
“Untuk peluang kerja ke Jepang, ada IIDM namanya. Mereka meminta tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Namun, dari kita baru sekitar 32 orang yang dikirim,” ujar Asril.
Menilai persoalan utama bukan semata-mata karena tidak adanya lapangan pekerjaan, tetapi juga karena masih rendahnya kemauan sebagian masyarakat untuk mencari informasi, mendaftar, dan mengikuti proses yang telah disediakan pemerintah maupun pihak perusahaan.
“Kalau dikatakan susah mencari kerja, itu sebenarnya omong kosong. Kerja itu banyak. Kita yang tidak mau pergi dan tidak mau mendaftar,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi Perda tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari kalangan milenial dan generasi Z. Asril berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan secara seremonial, tetapi benar-benar memanfaatkan informasi dan peluang yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pemerintah melalui instansi ketenagakerjaan telah menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mendapatkan akses menuju dunia kerja.
Dalam kegiatan itu, para peserta juga mendapatkan informasi mengenai layanan dan akun ketenagakerjaan yang dapat digunakan untuk mengikuti perkembangan informasi terkait peluang kerja.
“Jadi tadi mereka mendapatkan peluang dari tenaga kerja. Diberikan akun supaya anak-anak bisa mengikuti progres pengelolaan tenaga kerja. Di sana ada peluang, silakan mendaftar,” jelas Asril.
Asril, menerangkan, masyarakat yang telah mendaftarkan diri nantinya dapat masuk dalam pendataan calon tenaga kerja. Mereka kemudian berpeluang mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan dunia industri.
Menariknya, kata Asril, pelatihan tersebut tidak hanya diberikan secara cuma-cuma, tetapi peserta juga dapat memperoleh dukungan selama mengikuti program.
“Kalau mereka sudah terdaftar di tenaga kerja yang akan dikirim, mereka akan diadakan pelatihan dan dibiayai. Bahkan diberikan uang saku selama pelatihan. Setelah itu, mereka dilanjutkan untuk diberangkatkan bekerja,” katanya.
Selain peluang kerja ke luar negeri, Asril juga mengungkapkan adanya peluang bagi generasi muda Sumatera Barat melalui keberadaan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP/BLK) Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam kegiatan tadi turut hadir perwakilan balai pelatihan vokasi dari Kementerian Ketenagakerjaan yang memberikan informasi mengenai program pelatihan bagi calon tenaga kerja.
Asril menyebut, keberadaan balai pelatihan tersebut dapat menjadi salah satu jalan bagi anak-anak muda untuk memperoleh keterampilan sebelum masuk ke dunia kerja.
“Kalau anak-anak mendaftar di sana, mereka akan difasilitasi untuk mengikuti pelatihan. Kemudian mereka juga punya link ke perusahaan-perusahaan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja,” ungkapnya.
Menurut Asril, pola seperti ini sangat penting karena persoalan ketenagakerjaan tidak cukup hanya dengan menyediakan informasi lowongan. Tenaga kerja juga harus dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Asril pun mengajak generasi muda di Sumatera Barat agar tidak pasif dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, kesempatan kerja akan terbuka lebih luas apabila pencari kerja mau meningkatkan keterampilan, aktif mencari informasi, serta berani mengikuti proses rekrutmen yang tersedia.
“Ini peluang bagi anak-anak kita untuk merambah masuk ke dunia kerja. Jangan hanya menunggu lowongan datang, tetapi harus aktif mencari dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan,” pungkas Asril.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0