Agam, MataJurnalist.com_Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Jurusan Kesehatan Gigi Bukittinggi, Muhammad Faisal, S.Si.T., M.Kes beserta Eka Sukanti S,Si,T.M.Kes, dan Dr Dewi Susanti S.ST M.Keb, mahasiwa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat dengan memberikan pelatihan kesehatan gigi dan mulut kepada kader Posyandu di Nagari Kubang Putiah, Kabupaten Agam, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Wali Nagari Kubang Putiah tersebut mengangkat tema “Pelatihan Kesehatan Gigi sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak.” Pelatihan diikuti oleh perwakilan kader dari 16 Posyandu yang ada di Nagari Kubang Putiah, dengan masing-masing Posyandu mengutus dua orang kader.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Nagari Kubang Putiah, Delwizar, S.T., yang menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut sangat penting diberikan kepada kader Posyandu karena kader memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua.
Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Jurusan Kesehatan Gigi Bukittinggi, Muhammad Faisal, S.Si.T., M.Kes saat berikan sosialisasi tentang perawatan kesehatan gigi kepada Posyandu di Nagari Kubuang Putiah pada Sabtu (8/8/2026)
“Pelatihan kesehatan gigi dan mulut ini sangat penting, terutama bagi kader Posyandu. Para kader nantinya dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua agar lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini,” ujar Delwizar.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Faisal bertindak sebagai narasumber dengan memberikan berbagai materi terkait pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, khususnya pada anak.
Materi yang diberikan antara lain mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, teknik menyikat gigi yang benar, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut pada anak.
Muhammad Faisal menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak seharusnya baru dimulai ketika anak mengalami masalah atau sakit gigi. Pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin melalui pembentukan kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
“Pencegahan penyakit gigi dan mulut harus dimulai sejak usia dini. Anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan gigi dan mulut sehingga kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat sampai mereka dewasa,” jelas Muhammad Faisal.
Perhatian terhadap kesehatan gigi anak sebenarnya dapat dimulai bahkan sebelum anak dilahirkan. Menurutnya, kesehatan ibu selama masa kehamilan juga perlu mendapatkan perhatian karena masa kehamilan merupakan salah satu periode penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan gigi.
“Jadi, perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut tidak hanya dilakukan ketika anak sudah lahir. Ibu yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang sedang hamil juga perlu menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi dengan baik. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan gigi dan mulutnya,” katanya.
Selain penyampaian materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi dan interaksi antara narasumber, kader Posyandu, serta pihak pemerintahan Nagari Kubang Putiah.
Terpantau di lokasi, para kader diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pengalaman dan permasalahan yang mereka temui di lapangan ketika memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Diskusi tersebut diharapkan dapat membantu kader memahami persoalan kesehatan gigi dan mulut yang sering ditemukan pada anak sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan informasi yang tepat kepada orang tua, ucap Faisal.
Kader Posyandu dinilai memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan di tengah masyarakat. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan, kader diharapkan mampu mengingatkan orang tua mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan gigi, kebiasaan menyikat gigi, pola konsumsi makanan dan minuman, serta tindakan pencegahan lainnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, Muhammad Faisal juga melibatkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Jurusan Kesehatan Gigi Bukittinggi.
Faisal sampaikan, mahasiswa yang terlibat yakni Ayu Windra, Diva Islami Pasyah, Putri Nurindah Sari, Tari Nuraini, dan Zulva Aisyah.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar lingkungan kampus sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat, ucapnya.
Kemudian kehadiran para mahasiswa turut membantu berbagai tahapan pelaksanaan kegiatan serta memberikan pendampingan kepada para kader selama pelatihan berlangsung.
Melalui kegiatan tersebut, para kader dari 16 Posyandu di Nagari Kubang Putiah diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meneruskan informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Peserta Sosialisasi dapat brosur serta perlengkapan, cara merawat gigi yang baik untuk di sediakan di Posyandu masing-masing.
Dengan meningkatnya pemahaman kader dan orang tua, upaya pencegahan berbagai permasalahan gigi dan mulut pada anak diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkesinambungan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah nagari, kader Posyandu, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat sejak usia dini, sehingga generasi mendatang tidak hanya tumbuh dan berkembang dengan baik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan, pungkas M Faisal.***
Pewarta : sutan mudo




Komentar0